Abdimas Nilai Tambah Kelor

Dalam rangka transfer iptek kepada masyarakat, Prodi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Universitas Trunojoyo Madura menyelenggarakan pengabdian kepada masyarakat (abdimas) pada Rabu 1 Desember 2021. . Lokasi kegiatan adalah Desa Larangan Dalam, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini berkolaborasi dengan tim KKN tematik kelompok 37, Universitas Trunojoyo Madura. Tema kegiatan adalah pemanfaatan teknologi pengeringan untuk peningkatan nilai tambah kelor.

Bertempat di kantor desa, kegiatan berlangsung dalam 4 sesi dan diikuti oleh sekitar 20 peserta. Tahap pertama adalah penyampaian tujuan abdimas, yang dilanjutkan dengan presentasi mengenai peluang usaha dan teknologi pengeringan daun kelor. Sesi berikutnya adalah penjelasan pembuatan produk, yaitu kelor celup, stik, dan kukis. Terakhir, acara ditutup dengan sesi diskusi bersama peserta.

Sesi pembukaan acara

Bertindak sebagai narasumber, Askur Rahman, menuturkan bahwa kegiatan ini adalah bagian implementasi salah satu Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, misi kegiatan ini adalah menyampaikan perkembangan teknologi pengolahan kelor, serta manfaat kesehatan mengonsumsi kelor. Sementara itu, Safina Istigfarin salah satu tim abdimas, menjelaskan proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, metode pembuatan, serta kemasan.

Catatan MBKM – Magang Industri di Pabrik Mozarella

Lima mahasiswa Prodi TIP mengikuti magang industri di CV Narendra Food,  yang merupakan salah satu implementasi kegiatan MBKM dan dibiayai penuh melalui Program Kompetisi Kampus Merdeka (PKKM), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, tahun 2021. Kegiatan magang berlangsung dari September hingga Desember 2021, bertempat di Jl. Joyo Agung No,2, Tlogomas, Kec. Lowokwaru, Kota Malang. Magang industri ini diikuti oleh 5 orang mahasiswa dari Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri dari Yoseph, Pujo, Indah, Nia dan Ira.

Tujuan magang industri adalah menambah wawasan mahasiswa tentang bagaimana proses kerja di sebuah perusahaan, bagaimana sistem kerjanya, menambah pengalaman dan merasakan bagaimana terjun langsung ke dunia industri. Di awal magang, peserta diberikan penjelasan tugas-tugas magang yang wajib dikerjakan selama magang diantaranya membuat email baru dan beberapa sosial media seperti instagram, tiktok, twitter, pinterest, facebook, dan telegram menggunakan akun email yang telah dibuat. Akun email yang dibuat harus atas nama keju mozzarella chizzu yang merupakan produk utama CV Narendra Food.

Hari pertama mahasiswa magang langsung masuk ke ruang produksi untuk mengikuti dan membantu pekerjaan yang ada di ruang produksi. Sebelum masuk ke ruang produksi para mahasiswa magang dan pekerja wajib memakai apron atau jas lab untuk mahasiswa magang dan juga mengganti alas kaki dengan sepatu yang telah disediakan, dan untuk laki-laki wajib menggunakan hair net atau penutup kepala. Kegiatan di ruang produksi dimulai pada pukul 08.00 WIB dan dilanjutkan dengan dengan mencuci tangan. Kegiatan yang ada diruang produksi diantaranya menyaring susu yang baru datang menggunakan kain putih. Susu diambil dari peternak yang ada di daerah Nongkojajar Malang. Selanjutnya susu dipanaskan sampai pada suhu 30°C sambil terus diaduk dan juga ditambahkan larutan enzim rennet dan asam sitrat. Mahasiswa magang menimbang bumbu keju yang terdiri dari asam sitrat, garam dapur, pengemulsi, CMC dan penstabil yang selanjutnya dimasukkan kedalam plastik PP.

Peserta magang membantu aktivitas produksi mozarella di CV Narendra Food

Mahasiswa magang kembali ke ruang magang untuk menstampel tanggal kadaluwarsa pada label kemasan, menggunting plastik yang akan digunakan sebagai kemasan primer keju dan juga mengopek bagian atas label kemasan agar mudah dipasang pada saat pengemasan berlangsung. Untuk tanggal kadaluwarsa yaitu 6 bulan di dalam freezer setelah keju diproduksi. Keju bisa tahan 2 bulan di suhu rendah seperti kulkas dan bisa bertahan 24 jam di suhu ruang. Setelah kegiatan tersebut selesai, jam 13.00 WIB mahasiswa magang kembali ke ruang produksi untuk mulai melakukan pencetakan pada keju. Semua orang yang ada di ruangan produksi wajib menggunakan sarung tangan plastik yang telah disediakan. Curd yang sudah terbentuk, kompak dan telah ditiriskan selanjutnya akan ditimbang dengan berat 5,5 kg setiap wadah atau baskom. Pada proses ini mahasiswa magang membantu menimbang curd, menuangkan bumbu ke dalam curd yang ada di dalam mixer pada proses pencampuran, merapikan curd yang sudah dicampur dengan bumbu dan menutup baskom yang berisi curd tersebut agar tidak ada kontaminasi. Selanjutnya proses pelumuran keju menggunakan mesin stretcher dengan suhu 80°C sampai mendapatkan tekstur yang diinginkan. Mahasiswa magang membantu meletakkan cetakan di atas timbangan analitik dan juga membantu merapikan bentuk keju dalam cetakan dan menutupnya dengan rapat. Mahasiswa magang juga memasukkan dan menata keju ke dalam freezer yang ada di ruang produksi dan diamkan selama 24 jam agar beku dan tidak mudah rusak atau tahan lama. Setelah produksi selesai mahasiswa magang diwajibkan untuk mencuci apron dan sepatu yang telah digunakan.

Keesokan harinya sekitar jam 08.00 WIB keju dikeluarkan dari freezer untuk selanjutnya dikemas. Mahasiswa magang membantu untuk mengeluarkan keju dari cetakan, memasang label pada kemasan, memasukkan keju ke dalam plastik vacuum, memvacuum keju, dan juga menata keju yang telah di vakum ke dalam kontainer atau wadah besar. Setelah pengemasan selesai mahasiswa magang harus menata wadah cetakan membentuk piramida agar cepat kering. Mahasiswa magang juga mengelap wadah cetakan untuk memastikan cetakan bersih kemudian melapisi cetakan dengan plastik agar pada saat produksi selanjutnya langsung siap digunakan dan menata cetakan tersebut pada tempatnya. Keju yang sudah di vakum akan di setor ke ruang admin atau ruang pemasaran dan disusun di dalam freezer. Mahasiswa magang membantu menyusun keju di dalam freezer. Apabila ada pembeli mahasiswa magang menata keju di dalam kantong plastik, apabila alamat konsumen tidak jauh dari pabrik dan menggunakan sterofoam apabila alamat konsumen jauh dari pabrik dengan pemesanan yang cukup banyak. Untuk mahasiswa magang yang mempunyai jadwal piket maka membersihkan ruang magang seperti menyapu dan mengepel sebelum pulang. Pulang dari magang sekitar pukul 16.00 atau 17.00 WIB. Kegiatan tersebut akan terus berulang setiap proses produksi dan selama proses magang belum selesai.

Supervisi Magang Industri di PT MDR

Kegiatan magang industri di PT Mangli Djaya Raya, Jember, diikuti oleh 6 mahasiswa Prodi Teknologi Industri Pertanian, UTM. Partisipasi mahasiswa dalam magang ini merupakan bentuk implementasi program MBKM yang dicanangkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Kali ini, magang mahasiswa oleh mahasiswa TIP sepenuhnya dibiayai oleh pemerintah melalui skema Program Kompetisi Kampus Merdeka.

Untuk memantau progres kegiatan magang, Prodi TIP melakukan supervisi ke lokasi magang pada 24 November 2021. Tujuan utama supervisi adalah memastikan bahwa kegiatan magang benar-benar diikuti oleh mahasiswa secara disiplin sehingga output sesuai dengan yang direncanakan. Selain itu, supervisi juga dimanfaatkan untuk mendapatkan feedback dari perusahaan mitra terkait pelaksanaan magang. 

Supervisi dilakukan oleh dosen Prodi TIP. Di lokasi, tim supervisi ditemui oleh perwakilan perusahaan, yaitu bapak Arief Budi, yang sekaligus menjadi pembimbing lapang bagi salah satu mahasiswa. Hasil diskusi dengan Pak Arief, pelaksanaan magang berlangsung dengan sangat baik. Tidak ada kendala berarti selama aktivitas magang berlangsung. Di pabrik, mahasiswa diberikan kesempatan untuk terlibat dalam aktivitas pabrik lintas divisi, sehingga mereka bisa mendapatkan ragam pengalaman.

Sebagai informasi, PT MDR bergerak di bidang pengolahan tembakau. Salah satu proses bisnis perusahaan adalah memasok tembakau olahan ke berbagai industri rokok. Denganvisi “Expose The World With Quality Agriculture Products”, PT MDR berkomitmen menjadi supplier tembakau, tidak hanya domestik, namun juga mancanegara.

 

Workshop Akreditasi Internasional

Prodi TIP melaksanakan workshop akreditasi prodi pada 19-21 November 2021. Acara digelar di Hotel Inna Tretes, Pasuruan, Jawa Timur.

Workshop dihadiri oleh dosen TIP, tendik TIP serta dekan FP. Acara dibuka oleh Warek 1 UTM, Dr. Deni Setya Bagus Yuherawan. Dalam kesempatan tersebut, prodi mengundang narasumber Bapak Dana Prasetiya Mulya yang merupakan dosen Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Workshop berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, dipandu oleh moderator Cahyo Indarto, Ph.D.

Topik bahasan fokus pada bagaimana mempersiapkan dokumen untuk keperluan akreditasi oleh IABEE (Indonesian Accreditation Board for Engineering Education). Narasumber memulai presentasi dengan pengenalan IABEE serta prasyarat umum yang harus dipenuhi.

Monitoring MBKM Prodi melalui AMI

Kurikulum merdeka belajar kampus merdeka (MBKM) setahap demi setahap dilaksanakan di Universitas Trunojoyo Madura dengan menyesuaikan kurikulum di masing-masing prodi dengan kegiatan MBKM UTM berdasarkan Peraturan Rektor Nomor 6/ UN46/HK.01/ 2021 tentang Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka dalam Pelaksanaan Tridharma Berbasis Komunitas. Pada 2021, Audit Mutu Internal (AMI) dilaksanakan untuk memantau (monitoring) penyesuaian kurikulum dan pelaksanaan MBKM di tingkat prodi, serta evaluasi program tersebut.

AMI berlangsung pada 17 November 2021, bertempat di ruang rapat prodi TIP. Sri Herawati, S.Kom., M.Kom. dari prodi Sistem Informasi UTM bertindak sebagai auditor. Kegiatan ini dihadiri oleh sejumlah dosen prodi TIP, kooprodi TIP, serta dekan fakultas pertanian sekaligus membuka acara.

Pada audit ini, prodi TIP melaporkan 3 kegiatan MBKM. Pertama, prodi TIP melaksanakan program magang industri yang diikuti oleh 25 mahasiswa di 5 perusahaan, yaitu (1) CV Narendra Food, Malang; (2) PT Mangli Djaya Raya, Jember; (3) PT Putra Jaya Nanas, Blitar; (4) PTPN XII Ngrangkah Pawon, Kediri; (5) PT Garam (Persero), Sampang. Kegiatan tersebut sepenuhnya dibiayai melalui program kompetisi kampus merdeka (PKKM). Selain itu, satu lagi mahasiswa sedang mengikuti program magang industri di PT Great Giant Pineapple, Lampung.

Kedua, program pertukaran mahasiswa juga sedang berlangsung. Sebanyak 16 mahasiswa sedang mengikuti perkuliahan di beberapa prodi di luar UTM, antara lain Universitas Udayana, Universitas Gadjah Mada, Universitas Padjadjaran, Universitas Syiah Kuala, dan Universitas Brawijaya. Kegiatan pembelajaran masih berlangsung secara daring. Berikutnya, tiga mahasiswa TIP juga menempuh studi di Universitas Negeri Gorontalo, setelah lulus seleksi di tingkat nasional.

Ketiga, magang riset juga diterapkan di prodi TIP. Dosen TIP yang mendapatkan pendanaan penelitian dari LPPM UTM menggandeng mahasiswa untuk ikut serta melakukan riset. Kegiatan ini melibatkan sekitar 30 mahasiswa TIP.