TALENT (Trunojoyo Agroindusrial Technology Event)

PANDUAN_LKTI_TALENT_2017[1]

Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Trunojoyo Madura proudly present:

TALENT (Trunojoyo Agroindusrial Technology Event)

TALENT merupakan event yang dirancang dalam rangka memberikan kontribusi intelektual dan konkrit terhadap pengembangan agroindustri hasil laut khusunya Madura. Dengan tema “Optimalisasi Sumber Daya Perikanan dan Kelautan Indonesia Menuju Poros Maritim 2020”.

Download panduan Lomba LKTI

Kuliah Umum “Strategi Menjadi Mahasiswa Berprestasi”

Prodi TIP Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan kuliah umum bertema “Strategi Menjadi Mahasiswa Berprestasi”. Kuliah umum ini diisi Adri Suyanto, SH dan diikuti oleh sekitar 250 mahasiswa TIP.
Materi yang disampaikan oleh pemateri ialah “Biar Kampus Tak Sekedar Status”. Di awal kuliah umum, beliau memberikan berbagai joke segar untuk memancing antusiasme peserta. Setelah peserta mulai nyaman dengan suasana, pemateri memulai menyajikan materi utama. Pertama, pemateri memaparkan pentingnya untuk menyadari bahwa terpilihnya mahasiswa TIP untuk kuliah di UTM harus disadari sebagai sebuah anugerah yang harus disyukuri. Kedua, beliau juga menyajikan 3 harta karun mahasiswa yang harus digali, yaitu potential skill, good appearance, dan networking.
Di bagian akhir, pemateri juga memberikan kesempatan keapda peserta untuk bertanya. Setelah sesi tanya jawab selesai, acara ditutup dengan pemberian sertifikat penghargaan kepada pemateri oleh Dr. Fuad FM, kaprodi TIP.

Kuliah Umum Bersama Dr. Rika Ampuh Hadiguna, ST, MT

Prodi TIP Universitas Trunojoyo Madura melaksanakan kuliah umum bertema “Tantangan dan Peluang Halal Supply Chain Management di Era Global”. Kuliah ini diisi langsung oleh pakar supply chain management (SCM) dari Universitas Andalas, Padang, Sumatera Barat, yaitu Dr. Rika Ampuh Hadiguna, ST, MT. Kuliah diikuti oleh sekitar 250 peserta, yang semuanya merupakan mahasiswa Prodi TIP dari berbagai angkatan.
Kuliah dimulai dengan pemaparan mengenai definisi halal, najis, serta regulasi pemerintah yaitu Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2014 tentang jaminan produk halal. Penjelasan berikutnya ialah mengenai potensi pasar dari produk halal, mengacu pada negara-negara yang berpenduduk muslim. Berikutnya, pemaparan tentang SCM dan Halal SCM. Dalam presentasinya, beliau memaparkan aspek-aspek dalam Halal SCM. Dalam Halal SCM, setidaknya ada 4 komponen yang harus diperhatikan aspek kehalalan, yaitu produk, bahan baku, services (transportasi dan penyimpanan), dan finansial (perbankan dan asuransi). Dengan demikian, Halal SCm menjamin proses yang halal dengan konsep “from farm to fork”. Selanjutnya, Dr. Rika juga menjelaskan mengenai peran teknologi untuk melakukan penelusuran atau traceability serta aspek Decision Support System (DSS) of Halal SCM.
Di bagian akhir, lulusan program doktoral IPB tahun 2010 ini memberikan kesempatan bertanya kepada peserta. Setelah sesi tanya jawab selesai, Dr. Rika memberikan rewards berupa buku teks kepada peserta yang bertanya.

Prodi TIP kenalkan industri ke mahasiswa baru

Studi lapang (Stula) kali ini dilaksanakan pada Senin 11 September 2017, yang merupakan bagian rangkaian kegiatan Program Orientasi dan Pengenalan Teknologi Industri Pertanian (PROTEIN) yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Kunjungan Teknologi Industri Pertanian (HIMATIPA). Sebagai kegiatan orientasi, PROTEIN tidak hanya memberikan perkenalan kehidupan kampus, khususnya suasana akademik di TIP, namun juga memberikan wawasan luas berupa kebermanfaatan ilmu yang akan mereka dapatkan. Dengan demikian, stula ini akan  memberikan gambaran kepada mahasiswa baru mengenai bidang apa yang potensial mereka geluti di masa mendatang pasca lulus.

Panitia membagi rombongan menjadi dua. Rombongan 1 akan melakukan kunjungan ke PT. Yakult Indonesia Persada, di Ngoro Industrial Park, Mojokerto. Rombongan 2 akan mengunjungi PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk, di Beji, Pasuruan. Rombongan pertama berjumlah 80 orang tiba di lokasi kunjungan sekitar jam 11.00 WIB. Di lokasi, rombongan diterima oleh perwakilan perusahaan, yaitu Pak Jaka. Seluruh peserta dipandu menuju ruangan. Di PT Yakult, kegiatan stula diawali dengan sambutan dan penjelasan ringkas produk oleh pihak perusahaan dan dilanjutkan dengan pemutaran video propaganda. Selanjutnya, dosen pendamping, Dr. Fuad FM memberikan sambutan. Acara berikutnya ialah peserta diajak untuk melihat secara langsung proses produksi minuman fermentasi Yakult.

Sementara itu, rombongan 2 tiba di lokasi sekitar jam 12.40. Acara akan dimulai pada jam 13.10. Setelah menunggu sekitar 30 menit, peserta diijinkan memasuki ruangan. Stula disambut oleh perwakilan perusahaan, yaitu Pak Bagus dan Pak Sa’ban. Pak Bagus memberikan sambutan dan memperkenalkan perusahaan melalui pemutaran video profil. Selanjutnya, Dr. Fuad FM sebagai dosen pendamping memberikan sambutan. Seluruh peserta kemudian diajak ke anjungan produksi untuk melihat proses pembuatan mi instan. Setelah menyaksikan langsung proses produksi, peserta dipandu kembali ke ruangan untuk sesi tanya jawab.

Selama sesi tanya jawab, beberapa informasi penting terkait mi instan dibahas tuntas antara lain penjelasan mengenai air rebusan mi yang keruh dan tampak mengkilat. Seringkali masyarakat awam mudah terprovokasi bahwa kekeruhan tersebut disebabkan oleh kandungan lilin yang terdapat pada mi instan. Mi instan yang diproduksi di perusahaan ini dipastikan tidak mengandung lilin. Warna air yang keruh disebabkan adanya pati, bahan utama mi, yang terlepas dan bercampur bersama air. Sementara itu, kandungan minyak pada mi instan mengakibatkan air rebusan tersebut terlihat seperti mengkilat.

Kegiatan stula di PT. Yakult Indonesia Persada

Kegiatan stula di PT. Indofood CBP Sukses Makmur, Tbk

Kunjungan BAN-PT ke TIP

Senin, 28 Agustus 2017 lalu, Prodi TIP mendapat kunjungan dari BAN-PT dalam rangka kunjungan lapang terkait proses akreditasi program studi untuk periode 5 tahun kedepan (2017-2022). Pada kunjungan ini, BAN-PT diwakilkan oleh Prof Yudi Pranoto (UGM) dan Dr Nurheni Sri Palupi (IPB)  yang disambut di  Gedung Rektorat Lt 7 oleh Dekan Fak. Pertanian dan Ketua Prodi TIP. Kunjungan lapang ini merupakan tahap akhir rangkain kegiatan pengajuan akreditasi prodi TIP, yang diawali tahap pengiriman berkas borang akreditasi di awal Maret 2017. Harapannya, pada akreditasi kali ini dapat meningkatkan status akreditasi prodi TIP menjadi terakreditasi A.

Prodi TIP UTM sambut 72 mahasiswa baru

Prodi TIP UTM resmi menyambut kedatangan 72 mahasiswa baru TIP tahun ajaran 2017/2018. Acara penyambutan berlangsung sore hari, bertempat di pelataran Gedung TIP. Kehadiran mahasiswa tersebut disambut langsung oleh Ketua Prodi TIP, Dr. Muhammad Fuad FM, S.TP, M.Si, Rabu 23 Agustus 2017. Pada kesempatan tersebut, Kaprodi memberikan beberapa pesan antara lain menjaga kekompakan dan komitmen untuk menempuh pendidikan di Prodi TIP. Selain itu, Kaprodi juga menghimbau agar mahasiswa baru tersebut selalu mejaga kondisi kesehatan karena padatnya acara.

Sebanyak 72 mahasiswa tersebut sebelumnya telah melalui dua kegiatan, yaitu di tingkat Universitas dan Fakultas. Setelah acara penyambutan, seluruh mahasiswa baru akan mengikuti diklat di tingkat prodi, yaitu Pengenalan dan Orientasi Teknologi Industri Pertanian (PROTEIN). Tujuan diklat ini yaitu memberikan wawasan tentang Prodi TIP, baik dari aspek kemahasiswaan dan akademik.

Selamat datang mahasiswa baru TIP.

Kenalkan Industri, Prodi TIP UTM Gelar Stula di 2 Kota

 Pemahaman mahasiswa mengenai praktik agroindustri sangat penting guna memberikan bekal bagi mahasiswa di Prodi Teknologi Industri Pertanian (Prodi TIP). Kegiatan di industri memberikan wawasan kepada mahasiswa bagaimana suatu produk pertanian diolah menjadi produk yang bernilai tambah. Dengan demikian, observasi yang mereka lakukan di industri dapat mendukung pemahaman pada teori yang mereka peroleh di kelas. Kegiatan obervasi ini dapat dilakukan melalui kegiatan studi lapang (Stula).

Kegiatan Stula 2017 dilaksanakan di 3 industri atau lokasi. Pertama, pabrik pengolahan kacang PT Dua Kelinci di Pati, Jawa Tengah. Industri ini mewakili industri skala besar, yang memproduksi aneka produk pangan berbahan baku kacang. Kedua, industri kreatif Chocolate Monggo di Kota Gede, dan ketiga ialah industri jamur tiram di Yogyakarta.

Lokasi kunjungan pertama ialah PT Dua Kelinci pada Senin, 7 Agustus 2017. Ada 3 sesi kegiatan stula di lokasi ini. Kegiatan pertama peserta di PT Dua Kelinci adalah sesi foto Bersama di lokasi pabrik. Sesi kedua ialah presentasi profil perusahaan, sekaligus sambutan dari perwakilan perusahaan. Sesi ketiga ialah penjelasan teknis oleh tim perusahaan kepada mahasiswa mengenai alur produksi kacang garing. Seluruh sesi berlangsung 2 jam. Kunjungan berakhir sekitar jam 10.00 WIB.

Lokasi kunjungan di hari ke-2, Selasa, 8 Agustus 2017, ialah Chocolate Monggo yang terletak di Kota Gede, Yogyakarta. Di lokasi ini, peserta diajak untuk melihat secara langsung proses pembuatan aneka produk olahan dari kakao. Selain itu, peserta juga diajak untuk melakukan demonstrasi proses pencetakan coklat. Seluruh rangkaian kegiatan di Chocolate Monggo berlangsung selama 4 jam.

Lokasi kunjungan ke-3 ialah UD. Rumah Kebun Jamur. Tempat ini mampu memproduksi setidaknya 1000 baglog tiap hari. Di lokasi ini, peserta langsung diajak untuk melihat proses produksi baglog jamur tiram mulai dari persiapan bahan baku hingga produk jadi. Pertama, peserta diberikan penjelasan mengenai bahan baku pembuatan baglog serta komposisinya. Baglog dibuat dari 3 bahan, yaitu serbuk kayu sengon, dedak, dan kapur. Dedak ditambahkan 10% dari berat total serbuk kayu, sementara kapur ditambahkan sebanyak 3% dari berat total serbuk kayu. Ketiga bahan ini dicampur secara merata, dimasukkan ke dalam plastik PP, dan dipadatkan menggunakan mesin press, dan di-“sterilisasi” menggunakan steamer. Proses terakhir memiliki dua fungsi, yaitu untuk membunuh mikroorganisme pengganggu yang menjadi kompetitor jamur tiram, serta melunakkan serbuk kayu sehingga berfungsi lebih baik sebagai substrat.

Stula ini diharapkan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi mahasiswa dalam rangka meningkatkan pemahaman mereka di bidang agroindustri.

Prodi TIP Ajak Masyarakat Desa Sentol Daya Olah Pisang

Program Studi Teknologi Industri Pertanian, Universitas Trunojoyo Madura, melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Sentol Daya, Kecamatan Pragaan, Kabupaten Sumenep, Madura, pada Rabu 26 Juli 2017. Kegiatan ini berkolaborasi dengan tim KKN (Kuliah Kerja Nyata) dari UTM. Tujuan program ini adalah memperkenalkan teknologi olahan pisang kepada masyarakat setempat. Tim Prodi TIP mempresentasikan kemudian mempraktikkan cara membuat tepung pisang dan mengolahnya menjadi brownies.

Kegiatan dibagi menjadi dua sesi. Sesi pertama ialah pemaparan mengenai pisang, mengupas potensi manfaat kesehatan mengonsumsi pisang serta aneka ragam olahan dari pisang. Sesi kedua ialah demonstrasi pembuatan tepung pisang dan pembuatan brownies. Brownies yang dibuat ialah glute-free brownies, atau brownies bebas gluten. Bahan baku utama brownies ialah 100% dari tepung pisang, tanpa ada campuran terigu yang umumnya dipakai sebagai ingredien.

Tepung pisang dipilih karena beberapa alasan. Pertama, tepung pisang memiliki daya simpan yang cukup baik, selama disimpan pada kondisi yang tepat. Kedua, pengolahan pisang menjadi tepung tidak banyak mengurangi nilai gizi pisang. Ketiga, tepung pisang bisa menjadi intermediate product, yang mampu menjadi bahan baku produk pangan, salah satunya adalah brownies. Keempat, tepung pisang memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi dari pada pisang sehingga akan memberikan nilai tambah.

Prodi TIP berharap bahwa kegiatan ini akan berdampak positif kepada masyarakat, terutama dalam meningkatkan pemahaman serta kemampuan untuk mengolah pisang.

-Mojiono STP M.Si-