Mahasiswa TIP-UTM Kembangkan VACSAFE, Inovasi Pendingin Makanan untuk Dukung Keamanan Pangan Program MBG

Bangkalan — Mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura berhasil memperoleh pendanaan Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) melalui Program Kreativitas Mahasiswa (PKM), mewujudkan inovasi baru yang berdampak dan berkelanjutan VACSAFE, sebuah alat pendingin makanan yang dirancang khusus untuk mendukung keamanan pangan pada program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Tim PKM-KC VACSAFE Universitas Trunojoyo Madura yang terdiri atas mahasiswa lintas program studi.

Keberhasilan Tim PKM-CK VACSAFE, yang beranggotakan mahasiswa lintas program studi, Ro’yal Dzunnurain, Dinah Izzah Farhana, Yananda Ariyanti Artika, Asfar Assidiq prodi Teknologi Industri Pertanian, Fakultas pertanian dan Sibyan Masrur Rahman prodi Teknik Mesin, fakultas Teknik Universitas Trunodjoyo Madura, di bawah bimbingan Khoirul Anam As Syukri, S.T.,M.T Tim ini berhasil mendapatkan pendanaan PKM setelah melalui proses seleksi, sebagai bentuk apresiasi terhadap gagasan dan inovasi yang dinilai memiliki potensi untuk memberikan solusi terhadap permasalahan di masyarakat.

VACSAFE lahir dari keresahan tim terhadap maraknya kasus keracunan makanan yang terjadi di lapangan, khususnya pada program distribusi makanan bergizi berskala besar seperti MBG. Salah satu penyebab utamanya adalah kontaminasi silang, yaitu kondisi di mana makanan yang telah dimasak sesuai standar operasional prosedur (SOP) justru dibiarkan dalam keadaan panas di ruang terbuka dalam waktu yang cukup lama sebelum didistribusikan. Kondisi ini menciptakan lingkungan yang ideal bagi pertumbuhan bakteri dan meningkatkan risiko keracunan makanan pada penerima manfaat, yang sebagian besar adalah anak-anak sekolah.

Inovasi alat pendingin makanan yang dikembangkan untuk mendukung keamanan pangan program Makan Bergizi Gratis (MBG)

Melihat permasalahan tersebut, tim PKM-KC UTM berinsistif untuk merancang sebuah solusi teknologi tepat guna. VACSAFE dikembangkan sebagai alat pendingin makanan yang mampu menjaga suhu makanan pasca-masak agar tetap berada pada rentang aman, sehingga risiko kontaminasi silang dapat minimalisir secara signifikan sebelum makanan sampai ke tangan penerima. “Kami melihat ada celah yang belum banyak disentuh dalam rantai distribusi program MBG, yaitu bagaimana menjaga keamanan makanan setelah proses memasak selesai hingga makanan benar-benar sampai dan siap dikonsumsi,” ujar Ro’yal Dzunnurain A, Ketua Tim PKM-KC VACSAFE.

Inovasi Sistem VACSAFE ini dirancang dengan pendekatan teknologi tepat guna yang rantai proses pendinginan kondisi pangan dilakukan secara lebih terukur, sistematis, dan efisien. Spesifikasi sistem VACSAFE mempunyai dimensi mesin 60 x 40 x 70 cm, dengan chamber kapasitas 10liter dengan dimensi tinggi 20 cm dan diameter 30 cm dan material chamber stainless steel 304b, daya listrik sistem tersebut 250 watt, terdapat 1 unit jet pump dan material. Penggunaan sistem VACSAFE di mulai memasukan makanan kemdian menutup rapat chamber, box panel di nyalakan dan di setting dalam suhu 27°C makanan sistem akan mati secara otomatis, pompa akan berjalan menyedot udara yang ada pada chamber, kemudian sirkulasi air berjalan untuk menstabilisasikan pendingininan.

Klaim tersebut dibuktikan lewat pengujian langsung yang membandingkan tiga metode pendinginan pada produk pangan bersuhu awal yang sama, yaitu 62°C. Hasilnya, VACSAFE hanya membutuhkan waktu sekitar 6,5 menit untuk menurunkan suhu makanan hingga 27°C. Sebagai pembanding, metode refrigerator memerlukan waktu 25 menit untuk mencapai suhu yang sama, sementara pendinginan konvensional di suhu ruang bahkan setelah satu jam pengujian suhunya baru turun ke 30°C dan belum sepenuhnya stabil. Jika diukur pada titik suhu yang sama, yakni 35°C, VACSAFE hanya membutuhkan waktu kurang dari 3 menit, dibandingkan 15 menit pada refrigerator dan 35 menit pada metode konvensional  artinya VACSAFE bekerja sekitar lima kali lebih cepat daripada kulkas, dan lebih dari dua belas kali lebih cepat daripada cara pendinginan biasa yang selama ini banyak digunakan di dapur-dapur penyedia MBG.

Penerapan VACSAFE diharapkan mampu meningkatkan efektivitas keamanan pangan dapur penyedia MBG, sehingga dapat meminimalkan potensi pangan tidak layak konsumsi dan menekan risiko terjadinya kasus keracunan makanan. Ke depan, tim PKM-KC VACSAFE berencana untuk terus menyempurnakan alat ini serta membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak, baik dari kalangan akademisi, pemerintah, maupun mitra industri, guna mempercepat proses uji coba dan implementasi VACSAFE di lapangan.

***

Kunjungi akun Instagram @tip.fputm untuk memperoleh informasi terkini mengenai kegiatan dan informasi akademik TIP Universitas Trunodjoyo Madura.

TIP UTM Kenalkan Teknologi Minyak Atsiri dan Formulasi Kosmetik kepada Siswa SMKN 2 Nganjuk

Bangkalan, Jumat, 5 Juni 2026 – Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo Madura (UTM) menerima kunjungan edukatif dari siswa dan guru pendamping SMKN 2 Nganjuk Jurusan Kecantikan. Kegiatan ini bertujuan memperkenalkan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya minyak atsiri, dalam pengembangan produk kosmetik dan kesehatan berbasis teknologi industri pertanian.

Kegiatan diawali dengan pemaparan materi mengenai minyak atsiri oleh tim dosen TIP UTM. Peserta mendapatkan penjelasan mengenai sumber bahan baku, manfaat, serta proses ekstraksi minyak atsiri melalui metode penyulingan. Tidak hanya memperoleh materi secara teoritis, para siswa juga berkesempatan menyaksikan secara langsung demonstrasi proses penyulingan sehingga dapat memahami tahapan produksi minyak atsiri dari bahan alam.

Antusiasme peserta semakin terlihat saat mengikuti praktik pembuatan lip balm. Pada sesi ini, siswa diajak mengenal bahan-bahan yang digunakan dalam formulasi kosmetik sederhana sekaligus mencoba proses pembuatannya secara langsung. Selain itu, peserta juga berkesempatan mencoba berbagai produk hasil praktikum dan pengembangan mahasiswa TIP, seperti lip tint, lip balm, krim anti-aging, body scrub, dan parfum berbasis bahan alam.

Untuk menambah semangat belajar, panitia menyelenggarakan kuis interaktif yang berkaitan dengan materi yang telah disampaikan. Sebanyak tiga peserta berhasil menjawab pertanyaan dengan tepat dan memperoleh hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi aktif mereka selama kegiatan berlangsung.

Setelah sesi pembelajaran dan praktik, rombongan diajak berkeliling mengenal berbagai fasilitas yang dimiliki Universitas Trunojoyo Madura. Kunjungan diawali ke Laboratorium Teaching Industri sebagai sarana pembelajaran dan pengembangan produk mahasiswa. Peserta juga mengunjungi Museum Kebudayaan Madura untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal yang menjadi salah satu sumber inspirasi pengembangan produk berbasis potensi daerah.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan ke Laboratorium Workshop yang menampilkan berbagai mesin dan peralatan pengolahan pangan skala pilot hingga industri. Di lokasi ini, siswa mendapatkan gambaran mengenai penerapan teknologi dalam proses produksi. Kunjungan ditutup di Laboratorium Analisis, tempat peserta melihat berbagai instrumen laboratorium modern yang digunakan dalam kegiatan pendidikan dan penelitian, seperti spray dryer, freeze dryer, Particle Size Analyzer (PSA), spektrofotometer UV-Vis, Atomic Absorption Spectrophotometer (AAS), dan berbagai peralatan analisis lainnya.

SMKN 2 Nganjuk Jurusan Kecantikan Kunjungi Prodi TIP UTM, Pelajari Minyak Atsiri dan Pembuatan Kosmetik Berbasis Bahan Alam

Melalui kegiatan ini, Program Studi Teknologi Industri Pertanian UTM berharap dapat memberikan pengalaman belajar yang menarik sekaligus memperluas wawasan siswa mengenai peluang pengembangan produk kosmetik berbasis bahan alam dengan dukungan teknologi modern. Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama sebagai simbol terjalinnya kerja sama dan silaturahmi antara SMKN 2 Nganjuk dan Universitas Trunojoyo Madura.

“Kami berharap kunjungan ini dapat saling belajar dalam ilmu kosmetik terutama minyak atsiri dan aplikasi produknya,” ujar Ibu Nurmalisa Lisdayana sebagai Koordinator Program Studi TIP UTM.

***

Kunjungi akun Instagram @tip.fputm untuk memperoleh informasi terkini mengenai kegiatan dan informasi akademik TIP Universitas Trunodjoyo Madura.

PENERIMAAN MAHASISWA BARU SELEKSI MANDIRI UNIVERSITAS TRUNODJOYO MADURA TAHUN AKADEMIK 2026/2027

Seleksi Mandiri merupakan jalur penerimaan mahasiswa baru yang diselenggarakan oleh Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai alternatif selain jalur seleksi nasional. Jalur ini memberikan kesempatan lebih luas bagi calon mahasiswa untuk melanjutkan pendidikan di UTM melalui berbagai skema seleksi yang disesuaikan dengan potensi dan prestasi masing-masing. Adapun jalur Seleksi Mandiri UTM adalah sebagai berikut:

  1. Jalur Reguler
  2. Jalur Kerjasama
  3. Jalur Afirmasi (Warga Madura)
  4. Jalur Golden Tiket dan Pemenang Kompetisi
  5. Jalur Prestasi (Tahfidz)
  6. Jalur Prestasi (Qira’atul Qutub dan Musabaqah)
  7. Jalur Prestasi (Kepemimpinan)

Informasi lebih lengkap mengenai Seleksi Mandiri, meliputi prosedur pendaftaran, jadwal pendaftaran, syarat pendaftar, dan biaya pendidikan, dapat diunduh melalui berkas yang tersedia.

***

Kunjungi akun Instagram @tip.fputm untuk memperoleh informasi terkini mengenai kegiatan dan informasi akademik TIP Universitas Trunodjoyo Madura.

Prodi TIP UTM Lakukan Sosialisasi dan Promosi ke Sekolah-Sekolah di Sampang dan Pamekasan

Program Studi Teknologi Industri Pertanian (TIP) Fakultas Pertanian Universitas Trunodjoyo Madura melaksanakan kegiatan promosi ke sejumlah sekolah menengah di wilayah Sampang dan Pamekasan pada Rabu, 11 Februari 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis prodi dalam memperkenalkan profil, keunggulan, serta prospek karier lulusan TIP kepada calon mahasiswa potensial.

Promosi dilaksanakan di beberapa sekolah, yaitu SMAN 1 Torjun, MAS Al Ittihad Putra dan Putri, SMAN 1 Sampang, SMKN 2 Sampang, SMAN 1 Galis, dan SMAN 1 Pamekasan. Tim promosi terdiri atas dosen dan tenaga pendidik Prodi TIP yang dibagi menjadi tiga kelompok untuk menjangkau seluruh lokasi secara efektif. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa TIP asal Sampang dan Pamekasan guna menciptakan suasana yang lebih akrab dan komunikatif dengan para siswa.

Dalam kegiatan tersebut, tim menyampaikan materi mengenai profil Program Studi Teknologi Industri Pertanian yang berdiri sejak tahun 2001 dan telah terakreditasi Baik Sekali. Disampaikan pula bahwa TIP mengintegrasikan bidang manajemen, rekayasa proses, teknologi pengolahan, lingkungan, sistem informasi, hingga technopreneurship dalam mendukung pengembangan agroindustri modern dan berkelanjutan.

Para siswa mendapatkan informasi komprehensif mengenai prospek lulusan yang sangat luas, antara lain sebagai production engineer, RnD engineer, quality engineer, asisten peneliti, hingga wirausahawan agroindustri. Tingginya tingkat serapan kerja lulusan menjadi salah satu keunggulan yang turut ditekankan dalam pemaparan.

Selain itu, dipaparkan pula fasilitas pembelajaran yang tersedia, seperti laboratorium yang lengkap, ruang multimedia, student workspace, serta lingkungan kampus yang nyaman dan terjangkau. Prodi TIP juga memiliki uji kompetensi BNSP di bidang Quality Control, HACCP, dan CPPOB sebagai nilai tambah bagi mahasiswa.

Tim promosi juga menjelaskan jalur penerimaan mahasiswa baru melalui SNBP, SNBT, dan jalur mandiri, termasuk informasi UKT serta berbagai peluang beasiswa yang dapat diakses mahasiswa. Hal ini bertujuan agar siswa memperoleh gambaran yang jelas sebelum menentukan pilihan program studi di jenjang pendidikan tinggi.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab. Para siswa yang mampu menjawab pertanyaan dari tim promosi diberikan souvenir sebagai bentuk apresiasi sekaligus untuk meningkatkan semangat partisipasi. Antusiasme peserta terlihat tinggi, terutama saat membahas peluang karier dan kehidupan perkuliahan di lingkungan kampus.

Melalui kegiatan promosi ini, diharapkan siswa semakin memahami peran strategis Teknologi Industri Pertanian dalam mendukung perkembangan industri pangan dan agroindustri nasional. Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata Prodi TIP dalam mempererat hubungan dengan sekolah-sekolah serta mendorong minat generasi muda untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar TIP UTM.

***

Kunjungi akun Instagram @tip.fputm untuk memperoleh informasi terkini mengenai kegiatan dan informasi akademik TIP Universitas Trunodjoyo Madura.

Kalender Akademik Semester Genap 2011/2012

No. Tanggal Keterangan
1 13 Peb 2012 s.d 24 Peb 2012 Daftar Ulang Mala bukan peserta KKN Semester Gasal 2011/2012
2 23 Peb 2012 s.d 24 Peb 2012 Penyerahan KHS, dan Daftar Ulang Mala peserta KKN Semester Gasal 2011/2012
3 27 Peb 2012 s.d 13 Apr 2012 Perkuliahan Pra UTS
4 27 Peb 2012 s.d 02 Mar 2012 KPRS
5 16 Apr 2012 s.d 20 Apr 2012 Minggu Tenang
6 23 Apr 2012 s.d 04 Mei 2012 UTS
7 07 Mei 2012 s.d 22 Jun 2012 Perkuliahan Pra UAS
8 04 Jun 2012 s.d 04 Jul 2012 Pekan Dies Natalis ke XI
9 25 Jun 2012 s.d 29 Jun 2012 Minggu Tenang Pembekalan, Survey, dan presentasi Program KKN bagi mahasiswa yang memprogram KKN Semester Genap 2011/2012
10 02 Jul 2012 s.d 13 Jul 2012 UAS
11 05 Jul 2012 s.d 05 Jul 2012 Orasi Ilmiah pada Dies Natalis ke XI
12 16 Jul 2012 s.d 10 Ags 2012 KKN Semester Genap 2011/2012
13 16 Jul 2012 s.d 20 Jul 2012 Pengumpulan Nilai Akhir
14 23 Jul 2012 s.d 27 Jul 2012 Pengolahan KHS
15 30 Jul 2012 s.d 03 Ags 2012 Penyerahan KHS
16 13 Ags 2012 s.d 14 Ags 2012 Laporan dan ujian hasil KKN Semester Genap 2011/2012
17 15 Ags 2012 s.d 16 Ags 2012 Pengumpulan nilai akhir KKN semester genap 2011/2012
18 31 Ags 2012 s.d 31 Ags 2012 Akhir Yudisium Semester Genap 2011/2012
19 29 Sep 2012 s.d 29 Sep 2012 Wisuda Tahun Akademik 2011/2012

 

Beasiswa Bidik Misi 2012

Peningkatan pemerataan akses ke perguruan tinggi jenjang pendidikan menengah yang terdiri atas lulusan SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat sampai saat ini masih merupakan masalah di negara kita. Banyak lulusan jenjang pendidikan menengah yang berprestasi dan merupakan calon mahasiswa yang potensial tidak dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi karena berasal dari keluarga kurang mampu secara ekonomi.

Oleh karena itu pemerintah membuat program yang diperuntukkan bagi mahasiswa baru yang memiliki potensi akademik yang memadai dan kurang mampu secara ekonomi untuk menempuh pendidikan di perguruan tinggi negeri pada program studi unggulan yang disebut Program Bidikmisi.

PERSYARATAN

Persyaratan untuk mendaftar program Bidikmisi tahun 2012 sebagai berikut:

  1. Siswa SMA/SMK/MA/MAK atau bentuk lain yang sederajat yang akan lulus pada tahun 2012;
  2. Lulusan tahun 2011 yang bukan penerima Bidikmisi dan tidak bertentangan dengan ketentuan penerimaan mahasiswa baru di masing- masing PTN;
  3. Usia paling tinggi pada saat mendaftar adalah 21 tahun;
  4. Kurang mampu secara ekonomi sebagai berikut:
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali sebesar-besarnya Rp3.000.000,00 setiap bulan;
    • Pendapatan kotor gabungan orangtua/wali dibagi jumlah anggota keluarga sebesar-besarnya Rp600.000,00 setiap bulannya; dan
    • Pendidikan orang tua/wali setinggi-tingginya S1 (Strata 1) atau Diploma 4.
  5. Untuk peserta seleksi SNMPTN Ujian Tulis dan Seleksi Mandiri harus memiliki potensi akademik memadai, yaitu masuk dalam 30% terbaik di sekolah (semester 4 dan 5 bagi yang akan lulus tahun 2012 atau semester 5 dan 6 bagi lulusan tahun 2011);
  6. Khusus SNMPTN jalur undangan hanya diperuntukkan bagi yang akan lulus tahun 2012 serta memiliki prestasiakademik tinggi dan konsisten berdasarkan pemeringkatan oleh Kepala Sekolah, yaitu masuk di dalam peringkat terbaik di sekolah yang sama pada semester 3, 4 dan 5 dengan ketentuan berdasarkan akreditasi (akreditasi sekolah untuk SMA dan MA atau akreditasi jurusan/bidang keterampilan untuk SMK dan MK), dengan rincian sebagai berikut:
    • Akreditasi A: 50% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Akreditasi B: 30% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Akreditasi C: 15% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5;
    • Lainnya: 5% terbaik dan konsisten di semester 3, 4 dan 5.
  7. Pertimbangan khusus diberikan kepada pendaftar yang memenuhi persyaratan 1 s.d. 6, serta mempunyai prestasi ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler paling rendah peringkat ke-3 di tingkat kabupaten/kota atau prestasi non kompetitif lain yang tidak ada pemeringkatan (contoh ketua organisasi siswa sekolah/OSIS);
  8. Potensi akademik dan prestasi yang dimaksud pada butir 5 dan 6 dinyatakan dengan surat rekomendasi Kepala Sekolah/Madrasah atau Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota sesuai dengan Lampiran 2;
  9. Pendaftar difasilitasi untuk memilih seleksi nasional dan/atau seleksi mandiri apabila mendaftar ke:
  10. Semua jenis seleksi nasional (SNMPTN Undangan dan/atau Ujian Tulis);
  11. Seleksi mandiri di 1 (satu) PTN dengan 2 (dua) program studi pilihan
  12. Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses pembelajaran di perguruan tinggi;
  13. Tidak buta warna bagi program studi tertentu.

Sedangkan Jadwal Pendaftaran Bidikmisi tahun 2012 adalah sebagai berikut

  1. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur undangan : 20 Januari 2012 – 29 Februari 2012
  2. Bidikmisi untuk SNMPTN jalur ujian tulis : 1 Mei 2012 – 29 Mei 2012
  3. Jadwal Pendaftaran Bidikmisi untuk Seleksi Mandiri mengikuti ketentuan masing masing PTN

Semua proses pendaftaran bisa dilakukan secara online. File-file yang dibutuhkan bisa di unduh di

  1. Pedoman Bidikmisi 2012
  2. Lembar Sekolah
  3. Formulir Pendaftaran (Hanya untuk yang tidak bisa mengakses internet)

Keterangan lebih jelas silahkan kunjungi website bidik misi di halaman http://bidikmisi.dikti.go.id

Pengembangan Jamu sebagai Potensi Agroindustri di Madura TALENT 2011

Siapa yang tidak mengenal jamu Madura?. Tentu seluruh pelosok negeri tahu bahwa Madura adalah salah satu daerah yang sangat terkenal karena ramuan jamunya yang tiada dua. Jamu Madura memiliki potensi luar biasa sebagai produk agri non pangan, selain garam, rumput laut, dan tembakau. Jamu Madura tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun sudah merambah pasar di luar negeri. Hanya saja, jamu Madura terkenal di mana-mana, namun tidak ada di mana-mana. Masalah inilah yang harus dicarikan solusinya agar jamu Madura tidak hanya dikenal di mana-mana namun juga ada di mana-mana.

Topik Jamu Madura ini dibahas tuntas dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMATIPA (Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian) Universitas Trunojoyo Madura pada Kamis 24 November 2011. HIMATIPA menyelenggarakan kegiatan TALENT 2011 (Trunojoyo Agroindustrial Technology Event) yang salah satu rangkaian acaranya adalah seminar nasional. Pada seminar tersebut, HIMATIPA menghadirkan beberapa narasumber yang sangat kompeten di bidang jamu, antara lain Ir. Sinar Suryawati (Akademisi Universitas Trunojoyo Madura), Dr. Mangestuti Agil, Apt., MS (Pakar Jamu Madura Universitas Airlangga), Drh. Retno Hernayani (Praktisi Industri Jamu Air Mancur), dan Yudi Ariyanto (Disperindag Jatim). Seminar nasional ini juga dihadiri oleh mahasiswa FORAGRIN (Forum Agroindustri Indonesia) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, dan Institut Pertanian Bogor. Seminar juga dimeriahkan oleh peserta dari mahasiswa perguruan tinggi di Madura.

Menurut Dr. Mangestuti, langkah pertama dalam upaya pengembangan Jamu Madura adalah standarisasi bahan baku nabati. Standarisasi bahan baku nabati jamu adalah serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang terstandar. Menurut beliau, langkah standarisasi bahan baku nabati jamu diawali dengan mapping, yaitu kegiatan penetapan lokasi yang paling sesuai bagi budidaya tanaman untuk mendapatkan hasil yang bermutu prima di kawasan Pulau Madura. Mapping akan menghindari terjadinya pemilihan lokasi yang salah, yang mengakibatkan dihasilkannya bahan baku yang mutunya di bawah standar. Selain itu, melalui mapping akan terhindar kepunahan tanaman obat yang potensial.

Selain seminar nasional, TALENT 2011 juga dimeriahkan oleh kegiatan expo UMKM Jamu Madura dan wirausaha muda Universitas Trunojoyo Madura. Partisipan expo tidak hanya berasal dari UMKM Jamu, melainkan juga stan sosialisasi dari BPMIGAS Perwakilan Jawa Timur, Papua, dan Maluku, dan sosialisasi Santos Sampang Pty, Ltd. Pengembangan Jamu Madura adalah tugas bersama dan banyak melibatkan banyak pihak. Sehingga sinergi dan kerja sama antar pihak mutlak diperlukan dan harus dijalin mulai saat ini.

Galery 1

 Galery 2

Sumber : http://pertanian.trunojoyo.ac.id/