MAHASISWA TIP MASUK DALAM 8 BESAR PENCAK SILAT INTERNASIONAL

Tangal 24-30 Maret 2012, Universitas Sebelas Maret Solo mengadakan Kompetisi International Pencak Silat. Universitas Trunojoyo Madura mengirimkan 3 delegasinya untuk mengikuti kompetisi tersebut, yang terdiri dari 3 atlit mahasiswa, yaitu : 1 mahasiswa Fakultas Teknik dan 2 orang mahasiswa Fakultas Pertanian. Dua orang Mahasiswa Fakultas Pertanian atas nama Wiswanto Jurusan Teknologi Industri Pertanian semester 4 dan Didik Rohmawan mahasiswa jurusan agribisnis semester 2. Hasil kompetisi tersebut Wiswanto masuk dalam 8 besar terbaik. Ini merupakan kebanggan tersendiri dari Fakultas Pertanian Universitas Trunojoyo.

Sumber : http://pertanian.trunojoyo.ac.id/

FOOD TECHNOLOGY FESTIVAL 2012

Acara Food Technology Festival 2012, ini di laksanakan pada tanggal 08 Mei 2012 di pelataran parkir gedung student center ( GSC ) Universitas Trunojoyo Madura   Oleh : mahasiswa HIMATIPA (Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian) Fakultas Pertanian yang di buka oleh Ketua Program Studi TIP (Supriyanto, S.Tp, Mp). Program merupakan program lanjutan dari PROTEIN yang di pelopori oleh devisi pengembangan minat dan bakat. Dalam pidatonya beliau menyampaikan bahwa seorang mahasiswa harus mempunyai kretifitas yang tinggi serta diikuti dengan kemauan berwirausaha di bidang industri pertanian yang di harapkan dapat membuka peluang – peluang baru dalam berwirausaha. sementara itu dengan memadukan kreasi design kemasan serta teknologi pertanian, Beberapa kreasi pangan yang di sajikan dalam food festival kali ini menggunakan bahan nabati yang di olah menjadi produk unggulan siap saji. Yang di harapkan dari acara ini adalah selain terus berinovasi mahasiswa dalam hal ini diharapkan dapat mengaplikasikan keilmuan dengan inovasi terkini dalam industri pertanian.

 

Pengembangan Jamu sebagai Potensi Agroindustri di Madura TALENT 2011

Siapa yang tidak mengenal jamu Madura?. Tentu seluruh pelosok negeri tahu bahwa Madura adalah salah satu daerah yang sangat terkenal karena ramuan jamunya yang tiada dua. Jamu Madura memiliki potensi luar biasa sebagai produk agri non pangan, selain garam, rumput laut, dan tembakau. Jamu Madura tidak hanya dikenal di dalam negeri, namun sudah merambah pasar di luar negeri. Hanya saja, jamu Madura terkenal di mana-mana, namun tidak ada di mana-mana. Masalah inilah yang harus dicarikan solusinya agar jamu Madura tidak hanya dikenal di mana-mana namun juga ada di mana-mana.

Topik Jamu Madura ini dibahas tuntas dalam suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh HIMATIPA (Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian) Universitas Trunojoyo Madura pada Kamis 24 November 2011. HIMATIPA menyelenggarakan kegiatan TALENT 2011 (Trunojoyo Agroindustrial Technology Event) yang salah satu rangkaian acaranya adalah seminar nasional. Pada seminar tersebut, HIMATIPA menghadirkan beberapa narasumber yang sangat kompeten di bidang jamu, antara lain Ir. Sinar Suryawati (Akademisi Universitas Trunojoyo Madura), Dr. Mangestuti Agil, Apt., MS (Pakar Jamu Madura Universitas Airlangga), Drh. Retno Hernayani (Praktisi Industri Jamu Air Mancur), dan Yudi Ariyanto (Disperindag Jatim). Seminar nasional ini juga dihadiri oleh mahasiswa FORAGRIN (Forum Agroindustri Indonesia) dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia antara lain, Universitas Brawijaya Malang, Universitas Gadjah Mada, Universitas Lambung Mangkurat Kalimantan Selatan, dan Institut Pertanian Bogor. Seminar juga dimeriahkan oleh peserta dari mahasiswa perguruan tinggi di Madura.

Menurut Dr. Mangestuti, langkah pertama dalam upaya pengembangan Jamu Madura adalah standarisasi bahan baku nabati. Standarisasi bahan baku nabati jamu adalah serangkaian tindakan yang bertujuan untuk mendapatkan bahan baku yang terstandar. Menurut beliau, langkah standarisasi bahan baku nabati jamu diawali dengan mapping, yaitu kegiatan penetapan lokasi yang paling sesuai bagi budidaya tanaman untuk mendapatkan hasil yang bermutu prima di kawasan Pulau Madura. Mapping akan menghindari terjadinya pemilihan lokasi yang salah, yang mengakibatkan dihasilkannya bahan baku yang mutunya di bawah standar. Selain itu, melalui mapping akan terhindar kepunahan tanaman obat yang potensial.

Selain seminar nasional, TALENT 2011 juga dimeriahkan oleh kegiatan expo UMKM Jamu Madura dan wirausaha muda Universitas Trunojoyo Madura. Partisipan expo tidak hanya berasal dari UMKM Jamu, melainkan juga stan sosialisasi dari BPMIGAS Perwakilan Jawa Timur, Papua, dan Maluku, dan sosialisasi Santos Sampang Pty, Ltd. Pengembangan Jamu Madura adalah tugas bersama dan banyak melibatkan banyak pihak. Sehingga sinergi dan kerja sama antar pihak mutlak diperlukan dan harus dijalin mulai saat ini.

Galery 1

 Galery 2

Sumber : http://pertanian.trunojoyo.ac.id/

Pembukaan Kantin Baru Prodi TIP

Pada hari senin 13 Juni 2011, Prodi Teknologi Industri Pertanian (TIP) meluncurkan kreasi baru dalam berwirausaha. yaitu dengan membuka mini kantin baru di samping laboratorium TIP. Pembukaan ini secara resmi di buka oleh Kajur TIP ( Bpk. Supriyanto., STP. MP ) dan di saksikan oleh Pembantu Dekan 1 Fakultas Pertanian ( Bu. Ir. Umi Purwandari, M.App.Sc. Ph.D. ) serta mahasiswa prodi TIP dan semua pengurus Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian (HIMATIPA).

Galery 1

Galery 2

Sumber: http://pertanian.trunojoyo.ac.id/

MAHASISWA TIP MENDAPATKAN INDONESIA MDGs AWARDS (IMA) 2011

Moment “ Malam Penganugerahan” ( 1 Pebruari 2012) menjadi moment yang paling mendebarkan karena pada malam tersebut IMA 2011 memberikan penghargaan kepada para nominator yang berasal dari pemkot, organisasi pemuda/mahasiswa, lsm, dan sektor swasta. Event yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya, acara tersebut dihadiri oleh petinggi-petinggi di Indonesia seperti (Prof Budiono (WAPRES), Menkokesra, Menteri PU, Meneg PPPA) dan sebagainya. Dengan kerja keras teman-teman PIK R CAHAYA al hasil PIK R CAHAYA menyambet penghargaan dua kategori sekaligus, yakni Kategori Nutrisi (POSYANDU REMAJA) dan Penanggulangan HIV/AIDS (SENSUS REMAJA) penghargaan tersebut langsung diberikan oleh Menkokesra (Agung Laksono) dan Menteri PU.

Menurut M Nur Ghoyatul Amin (21) ketua PIK R CAHAYA (Mahasiswa Teknologi industri pertanian Universitas Trunojoyo Madura). Penghargaan yang diterima oleh PIK R CAHAYA dari IMA 2011 merupakan awal dari PIK R CAHAYA untuk selalu mengembangkan dan minimal mempertahankan apa yang telah dicapai oleh PIK R CAHAYA selama ini. Dia berharap dengan penghargaan ini dapat memudahkan akses PIK R CAHAYA di instansi pemerintahan dan sektor swasta dalam rangka networking atau kerja sama untuk mencapai MDGs Indonesia 2015 kedepan. Dari event ini dia ingin memberikan motivasi kepada PIK Remaja di seluruh Indonesia untuk selalu mengembangkan sayap dan memunculkan inovasi-inovasi untuk membantu Indonesia mencapai komitmen tersebut (MDGs 2015). Melalui event ini juga dia ingin menekankan bahwa posisi mahasiswa sangat berperan di Masyarakat terkait dengan pengabdian. Karena mahasiswa dapat mengaplikasikan ilmu organisasi yang telah dipelajari di kampus masing-masing tanpa harus menunggu lulus dari Universitas.

Sumber : http://pertanian.trunojoyo.ac.id/